MAEA
Diadaptasi
dari lagu Bilur
Oleh:
Udiarti dan Indah Permatasari
Tokoh :
1. Maea
2. Wira
3.
Ibu Maea
4. Lasmi
5. Dayu
SINOPSIS:
Kehancuran dan kepedihan yang
dialami seorang penari yang terkenal dan tersohor dimasanya. Meski dalam
ketenaran dan kejayaannya, dia harus jatuh dalam sebuah kepedihan yang begitu
dalam. Keegoisan dirinya yang membawanya pada kehancuran hingga dia rapuh dan mati.......mencintai
laki-laki yang menjadi pilihannya dan menikahinya adalah awal kehancurannya.
Dia bersikukuh tetap menikahi seorang laki-laki yang dia cintai walau ibunya
melarang keras dan tak pernah menyetujui hubungan mereka. Namun apa daya nasi
telah menjadi gugur.... seorang laki-laki yang begitu dia cintai tak lain
adalah suami dari temannya sendiri .... teman yang telah memendam kecemburuan
dan dendam yang begitu dalam hingga berujung pada kematian. Dia membunuh maea
krn dendam atas suami dan ketenaran miliknya telah direbut oleh maea.
ADEGAN 1
MAEA BERIAS DIDEPAN CERMIN, SAMBIL
TERSENYUM SENANG DAN MUNCUL IBU MAEA DARI SUDUT RUANG
Ibu
:
gadisku yang rupawan......!
Maea
: ibu......(sambil menoleh kaget)
Ibu
: melihatmu seperti ini, ibu seperti melihat
diriku yang dulu.....
Maea
:
apa ibu merindukannya?
Ibu : ya...tentu saja ibu merindukannya.
Karna inilah yang membesarkan nama ibu dan krn itu lah ibu bisa jadi seperti
sekarang ini.....
Maea
: ibu tenang saja maea akan selalu
membuat ibu bangga.....
Ibu
: sepertinya kau begitu senang hari ini maea?
Maea
: (tersenyum sipu malu), seperti yang
ibu lihatt...
Ibu
: kemana saja kau semalam maea?,
sepertinya kau tak pulang ... kau tak ada dikamarmu.....
Maea
: aku bersama wira (masih sambil bercermin
dengan riang)
Ibu : Apa? Bersama wira? Bermalam, dan
berdua-duaan saja? (kaget dan terlihat marah)
Maea : iya....
Ibu
: berdua-duaan saja seperti suami
istri! Pantaskah perbuatanmu itu maea?”
Maea
: kenapa bu?....aku mencintainya, dan
aku...
Ibu
: hah.....cinta? itu yang kau
sebut dengan cinta?. Cinta tak akan membuat hidupmu bahagia maea. Tidak
sepantasnya kau memilih laki-laki semacam itu.
Maea
: Kenapa ibu bilang demikian? Kenapa
ibu bicara seolah-olah ibu mengenal wira lebih dari pada aku?
Ibu
: firasat seorag ibu tak pernah
salah maea!
Maea
: apa yang ibu tau? Ibu tak berhak
atas diri dan hidupku....aku memang anakmu, kaulah yang melahirkanku dan
merawatku hingga aku sedewasa ini. Tapi sungguh bu, kau tidak harus mencampuri
urusan percintaanku. (maea berlari pergi keluar meninggalkan ibunya begtu saja)
Ibu
: maea....mau kemana kau?,
maea.....? dengarkan Ibu dulu nak. Benarkah yang kau lakukan itu maea? Maea!
BLACK OUT.....
LAMPU FIT IN
ADEGAN 2
MAEA DAN DAYU USAI PENTAS. DIATAS
PANGGUNG YANG DISETTING SEDEMIKIAN RUPA. DAYU TENGAH SENDIRI.
Dayu
: duh gusti. Lelah sekali malam ini. Meskipun malam ini adalah malam dimana
bulan purnama sangat cerah dilangit sana. Dan konon jika rembulan bersinar
cerah seperti ini, dengan lingkaran kuning yang sempurna. Maka Sang Dewa tengah
melimpahkan segala kekuatannya dibumi pertiwi ini. Tapi tidak dengan jiwa dan
ragaku, rasanya keduaanya sangat lelah.
Lasmi
: (Mendekat ke dayu kemudian berbalik)
Dayu
: Lasmi?
Lasmi : Iya dayu?
Dayu : Kau disana rupanya?
Lasmi : Iya dayu, aku baru saja membeli obat untuk
si Jalu. Dayu? Hanya berdiam diri disini, apa yang sedang kau lakukan dayu?
Dayu : Aku hanya melepas lelah saja, sambil
membereskan sisa pentasku tadi.
Lasmi : Dayu? Kau sedang tidak bersama maea? Dimana
dia dayu?
Dayu : Kau bertanya tentang maea padaku? Ada
urusan apa kau dengannya?
Lasmi : Tidak, hanya tanya saja. Siapa tahu dia juga
ada disini. Bersamamu.
Dayu : Dia sedang pergi sebentar. Oh iya,
bagaimana dengan latihanmu Lasmi? Apakah kau sudah bisa menguasainya?
Lasmi
: Belum terlalu ku kuasai dayu. Tapi aku
akan selalu berusaha untuk terus berlatih dan menguasainya. Bagaimana jika ku
perlihatkan padamu dayu?
Dayu : Baiklah lasmi, coba tunjukan padaku.
Lasmi
: Lihatlah dayu (mempraktekan gerakan
tari), begini dayu.
Dayu : Rupanya gerakanmu sudah makin bagus lasmi.
Darimana kau bisa melakukan gerakan-gerakan itu?
Lasmi : Maea, maea yang mengajarkannya padaku Dayu.
Dayu : Maea?
Lasmi : Ya, maea. Aku tak menyangka ia mengajarkan
gerakan-gerakan tari yang sangat apik padaku dayu. Dan kau tinggal melihat
bagaimana aku menari. Suatu ketika aku akan bisa menari dengan bagus seperti
maea. Lihatlah maea ketika ia menari dayu. Segala pori pori dikulitnya yang
kuning langsat itu seperti ikut serta menari. Aku selalu merasa, ketika maea
menari maka semesta ada dalam tubuhnya. Seperti ikut tumpah ruah dalam sosok
perempuan desa kita itu.
Dayu : Sepertinya, kau sangat mengagumi maea
lasmi?
Lasmi
: Ya dayu, aku sangat mengaguminya.
Bagiku, tidak ada lagi penari yang mampu menandingi kehebatan dan keluwesannya.
Dayu : apa kata-katamu itu tidak terlalu
berlebihan lasmi?
Lasmi
: Maksudmu dayu?
Dayu : Lasmi, lasmi. Memang, sudah berapa banyak
penari-penari yang kau ketahui itu? Masih banyak penari penari yang hebat
diluar sana, bahkan kehebatannya bisa saja melebihi maea. Kau masih terlalu
polos untuk mengatakan, bahwa maea adalah penari yang paling hebat.
Lasmi : Ya dayu, aku memang tidak tahu penari penari
hebat yang ada diluar sana. Tapi bagiku, maea adalah penari yang paling luwes
di desa ini.
Dayu
: Sebaiknya, kau jangan terlalu percaya
diri dengan perkataanmu itu lasmi.
Lasmi : Apa maksudmu dayu?
Dayu : Lasmi, segalanya yang kau lihat indah
dibumi ini, tidak selamanya akan selalu menjadi indah. Suatu ketika juga akan
layu.
Lasmi : Maaf dayu, tapi aku sama sekali tidak
mengerti dengan apa yang kau katakan ini.
Dayu : Bahkan, seluruh jagadpun tahu. Kaktus akan
selamanya menjadi kaktus. Tak akan pernah menjadi lebih indah, jika tak ada
orang yang mau merawatnya. Bahkan bunga mawar, akan membusuk jika tak pernah
disiram air oleh pemiliknya.
Lasmi : Kusangkanya, kau mengatakan ini karena kau
iri padanya dayu? Kaktus, meskipun ia berduri dan tajam, bagiku meskipun tanpa
pot sebagai tempatnya tumbuh, ia akan selalu terlihat cantik dan menawan dengan
duri-duri yang melindunginya dayu. Dibandingkan dengan bunga-bunga lainnya,
kaktus juga mampu mempertahankan kecantikan duri-durinya sendiri.
Maea
: (memasuki panggung dan heran melihat dayu) Lasmi? Disini kau rupanya. dayu?
Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana ini? aku hanya membawa dua cangkir
minuman hangat ini saja. Aku tak tahu jika kau akan datang Lasmi.
Lasmi : Tidak apa-apa maea. Sebentar lagi aku juga
akan pergi, karena sudah terlalu lama aku berada di luar. E, sepertinya aku
harus pergi sekarang ya maea?
Maea : Baiklah, hati hati dijalan lasmi.
Lasmi : Iya dayu. (Keluar)
Maea : Dayu? Ini, aku bawakan teh jahe untukmu.
Barangkali bisa membuatmu lebih tenang.(memberikan minum pada dayu). Sepertinya
malam ini kau tidak begitu maksimal dayu. Kau menari seperti orang kerasukan
setan linglung. Kedua matamu kosong. Ada apa dayu? Apa yang terjadi padmu?
Dayu
: tidak maea. Barangkali kau memang benar melihatku tidak maksimal. Aku hanya
merasa sedikit lelah saja.
Maea
: mungkin kau terlalu banyak pikiran dayu. Sekali-kali kau harus merasakan
mandi disungai pengasihan. Airnya segar, barangkali kau akan merasa lebih
bersemangat.
Dayu
: ya.
Maea
: dayu, bagaimana hubunganmu dengan sena? Kau sudah jarang menceritakannya
kepadaku ya. Apa kau sudah punya kekasih yang baru?
Dayu
: tidak. Aku sedang tidak ingin membahas lelaki itu. Kau sendiri bagaimana? Apa
kau benar akan menikah dengan laki-laki pujaanmu itu?
Maea
: tentu dayu. Tidak pernah hatiku bergetar rasanya ketika dekat dengan
laki-laki selain dia. Tidak ada aroma tubuh yang paling wangi selain aroma
tubuhnya. Mmmm. Suatu ketika aku akan mencuri barang sebutir atau dua butir
keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya. Lalu akan ku simpan didalam
pori-pori kulitku, akan kusuruh kringat itu mengalir bersama darah ditubuhku.
Dayu
: ya maea ya. Kau sangat beruntung. Lalu untuk apalagi menunggu lama?
Maea
: kau tahukan dayu, dia seorang pengembara. Aku harus berpikir lebih panjang lagi.
Dia juga belum mengatakan apa-apa padaku.
Dayu : ahhh! Kau terlalu polos Lasmi.
Maea : Maksudmu apa dayu?
Dayu : Jaman sekarang, tidak ada lagi yang namanya
seorang perempuan menunggu kata-kata cinta terlalu lama dari seorang laki-laki.
Maea : Maksudmu? Aku harus memulai lebih dulu?
Tapi Dayu.....
Dayu : Tapi apa maea? Tapi karena kau perempuan?
Karena perempuan tidak boleh mengatakan cinta lebih dulu? Halah, Itu nasehat kuno! Lawas! Jika
perempuan tidak berhak mengatakan isi perasaannya lebih dulu, lalu apa artinya
emansipasi perempuan? Ayolah maea, jika kau ingin bahagia, maka kau harus
memperjuangkannya.
Maea : Tapi dayu...
Dayu
: halah, kau terlalu lama, menikahlah saja. Jika tidak diijinkan maka kau kabur
dengannya. Tinggalkan kemewahan menjadi seorang penari. Hidup bahagia dan
beranak pinak dengannya.
Maea : Tapi dayu, tidak semudah itu....
Dayu : Ahh, apa lagi yang kau takutkan maea?
BLACK OUT
ADEGAN 3
MAEA DAN WIRA SEDANG BERMESRAAN
DISEBUAH BANGKU TAMAN DIDALAM PEDESAAN.
Wira : Wah, sungguh cantik sekali rembulan
dilangit itu. ah, tapi tidak secantik perempuanku. Ya, tentu saja. Saya sedang
menunggu seorang perempuan. Malam ini saya mau berkencan. Berdua-duaan dibawah
sinar rembulan. Lalu sesekali saya akan belai-belai pipi merona milik kekasih
saya. Pasti dia suka! Oh iya, bagaimana? Apa saya sudah ganteng malam ini? ya,
pasti ganteng. Kalian saja sampai memperhatikan saya terus. Kurang ganteng
apalagi saya ini? Maka, tidak diragukan lagi! Bahwa tidak mengejutkan jika ada
penari tercantik didesa ini yang jatuh hati pada saya. Hahaha.
Maea : Wira?
Wira : Eh, siapa itu? Eh maea! Kau sudah datang
sayang!
Maea : Iya wira, maaf membuatmu menunggu.
Wira : Tidak apa-apa maea. Demi melihat
kecantikanmu malam ini, aku rela menunggumu berabad-abad.
Maea : Ah, kau ini. Selalu berkata gombal.
Wira : hehehe, kemarilah maea. Duduklah
bersamaku.
Maea : wira?
Wira : Iya maea?
Maea : Menyuruhku datang kesini malam-malam,
apakah kau ingin mengatakan sesuatu?
Wira : Oh, tentu. Tentu maea. Aku ingin
mengatakan sesuatu padamu. Sesuatu yang sejak dulu ingin kukatakan padamu.
Maea : kau mau mengatakan apa wira?
Wira : begini maea.....eee
Maea
: Iya wira. Aku akan mendengarkannya.
Aku akan pasang telingaku untuk mendengar perkataanmu.
Wira : Tapi aku malu sayang.....
Maea : Kenapa wira? Apa yang membuatmu malu? Tidak
apa-apa, katakan saja. Aku akan menerimanya. Aku akan sungguh-sungguh menerima
dan menjalaninya bersamamu wira. Ayo katakan.
Wira : iya maea. Jadi begini..... aku....
Maea : aku apa wira?
Wira : aku......
Maea : iya?
Wira : aku....aku....aku sangat ingin memelihara
kucing.
Maea : iya! Aku menerimanya wira!
Wira : apa? Jadi kau membeloehkanku memelihara
kucing?
Maea : apa? Kucing?
Wira : Iya, aku berniat membeli jalu, kucing
milik lasmi. Aku akan memeliharanya nanti. Jika kau mau, kau juga boleh
memeliharanya bersamaku.
Maea : Jadi, kau hanya ingin mengatakan ini?
Wira
: Iya maea.
Maea : Ku kira. Baiklah. Terserah kau saja wira.
Wira
: eeee, maea?
Maea : apa?
Wira : kau tahu maea? Apa yang paling
menyenangkan hidup dibumi ini?
Maea
: apa ?
Wira
: coba pikirkanlah maea.
Maea
: menari?
Wira
: bukan, cari lagi.
Maea
: makan soto diwarung mbok londo yang enak itu? Tapi geratis.
Wira
: bukan maea.
Maea
: lalu apa?
Wira
: kau menyerah?
Maea
: ya.
Wira
: hal yang paling menyenangkan hidup dibumi ini adalah.....siap
ya.....adalah.....menciummu. (wira mencium pipi maea dan berlari kecil menjauhi
maea sambil terkekeh sendiri)
Maea
: wira! Kau jahat! (malu menutup muka)
Wira
: (mendekati maea) kenapa maea? Kau tidak suka?
Maea
: tidak. Kau jahat wira. Kau mencuri cium padaku.
Wira
: lalu kenapa?
Maea
: kau harus tanggung jawab!
Wira
: tanggung jawab apa? Aku tidak menghamilimu.
Maea
: segera nikahi aku wira, atau aku akan meninggalkanmu. (berdiri dari tempat
duduknya) kau tahukan wira, aku adalah seorang penari. Penari yang terkenal
didesa ini. semua laki-laki akan memperebutkanku. Apa kau tak mau menjadi orang
yang memiliku sseutuhnya?
Wira
: tentu aku mau maea.
Maea
: jadi nikahi aku sekarang juga wira. (sambil senyum malu, maea meninggalkan
wira sambil berlari kecil)
Wira
: tunggu maea! Baiklah! Akan kunikahi dirimu! (berlari menyusul maea)
BLACK OUT
ADEGAN 4
IBU TERLIHAT MENUNGGU MAEA DENGAN
PENUH CEMAS BERCAMPUR MARAH. TIDAK LAMA KEMUDIAN MAEA PUN DATANG
Ibu
: dari mana saja kau?
Maea : perlu ibu menanyakan itu seperti seorang
polisi?
Ibu : maea? .....
Maea : untuk apa lagi ibu memanggilku jika ingin mengumpatku
dan menghentikanku....sekalipun ibu melakukannya aku tak akan pernah
berhenti...(maea pun masuk kedalam meninggalkan ibu, sesaat kemudian maea
keluar membawa barang-barangnya)
Ibu : apa yang mau kau lakukan?
Maea
: aku akan pergi dengan kereta
penghabisan.
Ibu : jika kau tetap ingin pergi aku akan....
Maea : akan mengapa ibu? Akan mengapa? Memukulku?,
menendangku dan menghentikanku untuk tak menikah dengan wira?, itu yang mau ibu
lakukan? Iya bu? tidakkah ibu sadar kejadian 5tahun yang lalu? hanya karna kau
menahan seseorang untuk tak pergi dari hidupmu dia malah pergi meninggalkan ibu
selamanya...tidakkah ibu ingat itu???
Ibu : ibu tak pernah menahannya , dia pergi
karna kesalahannya sendiri.
Maea
: kesalahan yang sperti apa bu?
Kesalahan dan kenyataan karna ibu merebut suami orang lain?
Ibu ; tutup mulut mu itu maea? (menampar maea)
Maea : (memeganggi pipinya) hanya ini yang ingin
kau lakukan padaku?, sudah lebih dari cukup kau menghentikanku bu, dan sampai
kapanpun aku akan tetap menikah dengannya. Maka jangan pernah kau ikut campur
urusan percintaanku ibu!
Ibu : Maea! Tidak bisakah kita hidup saling
mengasihi satu sama lain? Ibu hanya takut kau meninggalkan ibu sendirian nak.
Kemarilah nak..... dan bicarakan ini baik-baik. Baiklah, jika menikah dengan
wira adalah jalanmu untuk bahagia, maka menikahlah. Kejar kebahagianmu.
Maea : maksud ibu, ibu merestuiku?
Ibu : Iya nak, kebahagianmu adalah kebahagian
ibu juga.
Maea : Benar ibu? Terimakasih bu. Terimakasih
untuk semuanya. Aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkan ibu.
Ibu : Baiklah maea, pergilah. Jemput
kebahagianmu. (mulai tenang dan mendekati maea) anakku maea, kemarilah.
Sekarang ibu akan merestui hubunganmu. Kau boleh menikah dengan wira, kau tidak
perlu pergi. Menikahlah dan jemput kebahagiaanmu nak
Maea
: iya ibu (pergi meninggalkan ibu)
Ibu
: ( merintih menangis pilu) duh jagad..... apa dosaku hingga kau memberiku
cobaan seperti ini? anak semata wayangku, yang ku besarkan dengan segenap jiwa
dan ragaku yang masih tersisa ini. Mengapa ia begitu keras kepala jagad? Duh
jagad tempat segala wujud kau besarkan. Aku rela kebahagianku kau renggut,
asalkan putri tercintaku yang bergelimang kebahagiaan.. Bagaimanapun juga,
seorang ibu tak bisa memaksakan kehendak putrinya. Kita memang sama-sama
perempuan, tapi ibu tahu kita hidup diera yang berbeda. Ibu yakin kau akan
lebih bahagia.
BLACK OUT
ADEGAN 5
SILUET MAEA DENGAN WIRA DALAM
PERNIKAHANNYA.
ADEGAN 6
DAYU MENANGIS TERSEDU-SEDU.
Dayu : (bersimpuh dan menangis) omong kosong apa
ini! Kenapa kau sungguh tega! Kenapa kau lakukan ini padaku! Tak cukupkah
kesetiaanku bertahan sekeras ini? Apa yang kau perbuat! Sungguh keras rasanya
menahan segala gelisah rindu yang ku simpan untukmu. Setiap hari, setiap
napasku mulai berhembus, setiap itulah ku rapal mantra-mantra doa keslamatan
untukmu. Sambil mengkhayalkan kau kembali. Merengkuhku lagi dengan senyum dan
kehangatanmu. (berdiri) kau tahu? Setiap kuterima sentuhan dan senyummu waktu
itu? rasanya....aku bagaikan bayi yang terlahir kembali. Bayi yang kulitnya
masih ringkih dan hanya butuh belaian hangat seorang ibu. Sekarang.....sekarang
kau binal! Bagai kuda yang terlepas dari kandangnya. Lalu mengamuk! Menubruk
yang ada didepanmu!
Dengar!
Sampai kapanpun kau tak akan menerima kebahagian! Kau akan selalu merasa
bersedih dan duka atas apa yang kau lakukan padaku! Aku tidak akan
melepaskanmu! Tidak akan pernah! Saksikan! Saksikan wahai rembulan yang sudah
tertutup awan dilangit sana! Aku akan datang! Mencabik-cabik kebahagian
orang-orang yang telah membuang hatiku! Akan ku tegakan dimana keadilan
perasaan seorang perempuan harus ditegakan!
BLACK OUT
ADEGAN 7
MATINYA MAEA DITANGAN DAYU, DAN
SOSOK LASMI DATANG MELIHAT SOSOK MAEA MATI DAN LASMI DIRASUKI MAEA
ADEGAN 9
LASMI MENARI DENGAN GENIT SAMBIL
MENGGODA WIRA. GENDING GENDING TARI YANG MENGIRINGI LASMI MENARI MENGALUN
SEMAKIN SESAK, LASMI MENODONGKAN TUSUK KONDENYA YANG TAJAM KELEHER WIRA. DAYU
DATANG DENGAN KEPANIKANNYA DAN MENCOBA MENCEGAH PERBUATAN LASMI.
Dayu : lasmi......apa yang kau lakukan?
Lasmi : dayu.....
Dayu : ma....maea......,,,kau tidak mungkin
kau...kau sudah mati tidak mungkin kau...
Lasmi : aku memang sudah mati dayu tapi jiwaku tak
akan pernah mati sebelum aku meghabisi kalian berdua...
Dayu
: tidak...!
Lasmi : kenapa? Apa kau kaget?
Wira : maea? Kaukah itu? maea? Maafkan aku maea.
Lasmi : diam kau bangsat! Sudah kuserahkan segalanya
kepadamu. Namun kau hidup dengan membohongiku! Kau pantasnya mati malam ini!
Wira : tidak! Tidak maea, aku benar-benar
mencintaimu. Aku rela meninggalkan dayu demi cintaku kepadamu. Ampuni aku maea.
Atau bunuhlah saja diriku agar kita bisa sama-sama lagi dialam sana. Bunuh saja
aku maea.
Dayu : hentikan maea, maafkan aku. Maafkan aku
karna telah membunuhmu. Aku begitu gelap mata hingga tega membunuhmu dan calon
bayimu. Maafkan aku, maafkan aku maea....
Lasmi : diam kau wanita jalang! kau telah
membunuhku, kau membunuhku demi ambisimu ,,,kau membunuhku karna dendammu
padaku, kau membunuhku karna kecemburuanmu...kau membunuhku karna kau tak ingin
ada seorang penari yang jauh lebih hebat daripada ku. Bukan???..dan sekarang
giliranku untuk membunuhmu,, dan juga kau (menunjuk wira, ) karena kau telah
berbohong kepadaku.....kau bukanlah seorang pengembara...kau suami dayu wira
seno aji.......sekarang habislah kalian berdua bangsatt......
Ibu
: hentikan semua ini
maea....(berteriak sambil menangis), sudah cukup kau hancurkan hidupmu dengan
kemarahanmu maea....,
Lasmi
: ibu...., (menangis ketika melihat ibu)
Ibu : jangan kau lakukan itu nak....dendammu
itu hanya akan menambah kejatuhan dosamu....lepaskan mereka maea.....pergilah
dengan tenang....
Lasmi : ibu....maafkan aku yang tak pernah
mendengarkan nasehatmu....kau wanita yang berhati mulia ibu ....tak seharusnya
aku melawan segala ucapanmu...kini aku telah mati bersama dengan penyesalan dan
kerapuhanku....
Ibu
: aku tlah memafkanmu nak...aku
memaafkanmu sebelum kau meminta maaf padaku....sebelum itu aku sadar aku akan
kehilanganmu, tapi kita tidak benar-benar kehilangan ,antara kita masih ada
saling mengerti dan saling mencinta.....
lasmi : maafkan aku yang selalu melukai hatimu
bu......
ibu
: iya maea, ibu sudah memaafkanmu. Sekarang, kau maafkanlah mereka juga.
Maafkan wira dan dayu. Mereka hanyalah manusia-manusia yang pernah gelap mata
sepertimu maea. Ikhlaskanlah semuanya, biarkan dunia yang masih nyata ini yang
mengadili perbuatan mereka.
Dayu
: iya maea, maafkan aku. Maafkan aku maea ( menangis). Aku sungguh bersalah
kepadamu. Aku masih sangat mencintai wira. Dan ketika aku tahu kau menikah
dengan wira, aku tak mampu menahan amarahku. Maafkanlah aku maea.
Lasmi
: diamlah dayu! Aku sudah putuskan untuk menyerahkan dirimu pada bumi.
Dengarkan kalian semua! Aku adalah jiwa yang pernah tumbuh dekat dengan kalian.
Jiwa yang kalian renggut kehidupannya. Dan jiwa ini, jiwa ini akan terus
berdampingan pada semesta dimana kalian berada. Karma terus berjalan, janji
jagad tak mungkin diingkari. Dan sekarang, ketika ragaku telah muksa. Jagad adalah
senjata mematikan bagi mereka yang membohongi kodrat dosanya. Jagad! Dengarkan
tangisan dua nyawa yang diambil secara paksa! (suara tangisan bayi dan musik
yang menggelegar) kuserahkan mereka yang ingkar kepadamu! Keserahkan mereka
yang berdosa kepada tanganmu! Kuserahkan padamu wahai kau jagad!
BLACK OUT


0 komentar:
Posting Komentar