8.8.2011
aku berdoa pada Tuhan agar malamku benar.benar indah.Ternyata benar,Ia mengantarku menyelami sesuatu yg tak pernah aku lihat sebelumnya,sesuatu yang aneh yang bahkan bila ku ceritakan pada kalian mungkin kalian akan berkata"maksudnya..?"dan jawaban itu membuatku ingin membanting diriku sendiri.
aku sedang berada ditempat yang tak mungkin kalian jangkau tanpa adanya aku disisi kalian.kakiku menginjak sesuatu yang sama dengan apa yang aku injak dibumi,hanya saja yang berbeda adalah disana panas namun terasa dingin dan kaku....
langit juga ada disana,tapi lebih indah dari pada kau melihat langit senja diantara deburan ombak pantai di otak kalian...
aku sadar bahwa aku sedang sendiri ditempat itu,sendiri dan berjalan..terlihat bangunan yang sangat besar dan aneh,lebih aneh dari castil penyihir yang biasa kalian lihat didunia dongeng...aku menatapnya tanpa peduli tempat apa yang sedang ku injak,bukan hanya 1 gedung yang kulihat,tapi 2,3,4 ato entah berapa kali jumlah jari kalian...
ternyata bangunan itu tidak sendiri,disekelilingnya makam tua yang sangat tua berpencar ditanah yang ku kira baunya sangat amis...seperti darah para pahlawan yang terkubur di ketidak adilan kata merdeka...
nisan.nisan tanpa nama berhamburan ditempat itu...langit makin menguning dan memerah seperti warna darah...
makam itu berteriak,menjerit dan memanggilku...
beberapa tangan muncul dari tanah bau itu...
aku tak tahu apakah mereka akan memakanku ato tidak...
yang jelas mereka semua merintih...
aku hanya berdiri karna tak mampu juga kakiku berlari...
lalu angin kencang mengirim bangunan mewah itu untuk melindas pemakaman yang bau dan menjijikan itu...
aku tetap melihat mereka menjerit...mungkin mereka yang disebut jasad...
mereka rata...
hanya bangunan megah yang tersisa...
dan hening....
udi-->teman inilah mimpi yang kumaksud....
Minggu, 14 Agustus 2011
Sabtu, 09 Juli 2011
"untuk mereka yang menangis...
oleh UdiKidu Penyihir Nyasar pada 18 Juni 2010 jam 11:53
coretanku...
dentuman peluru makin meriah dantara raga lelah...
menyerbu kawasan redub teknologi...
meluluh lantahkan kebersama.an penuh damai...
semua...!
di ujung dunia sana...
penuh mata dan telinga...
seolah tuli dan buta...
hanya penonton disetiap granat yg menganga...
ronta.an tangis tak terhenti...
tak ada yg tau mereka menyeret tubuh tanpa kaki...
tak ada yg mendengar mereka merintih direruntuh.an...
tak ada yg tau laparnya nyenyak disetiap tidur mereka...
ini bukan dongeng utk para berdasi...
menyelamatkan mereka dengan minum secangkir kopi...
sedang tak mereka dengar jerit bayi butuh ASI...
petinggi hanya bergelut sebagai saksi...
bukan kotaku...
bahkan tempatku...
hanya segelintir dunia yg meratap...
bersimbah darah penuh ikhlas...
tak ada yg tau palestina ato gaza sekalipun...
yg mereka tau hanya betapa hebatnya rudal israel...
kini semua tangis tak lg terdengar...
hanya sunyi belum berakir...
terciptalah kota mati...
senyap mulai menghiasi...
dan para sekutu siap berbagi tawa untuk nanti...
"2 juni 2010...baru bisa muat sekarang...amin...
coretanku...
dentuman peluru makin meriah dantara raga lelah...
menyerbu kawasan redub teknologi...
meluluh lantahkan kebersama.an penuh damai...
semua...!
di ujung dunia sana...
penuh mata dan telinga...
seolah tuli dan buta...
hanya penonton disetiap granat yg menganga...
ronta.an tangis tak terhenti...
tak ada yg tau mereka menyeret tubuh tanpa kaki...
tak ada yg mendengar mereka merintih direruntuh.an...
tak ada yg tau laparnya nyenyak disetiap tidur mereka...
ini bukan dongeng utk para berdasi...
menyelamatkan mereka dengan minum secangkir kopi...
sedang tak mereka dengar jerit bayi butuh ASI...
petinggi hanya bergelut sebagai saksi...
bukan kotaku...
bahkan tempatku...
hanya segelintir dunia yg meratap...
bersimbah darah penuh ikhlas...
tak ada yg tau palestina ato gaza sekalipun...
yg mereka tau hanya betapa hebatnya rudal israel...
kini semua tangis tak lg terdengar...
hanya sunyi belum berakir...
terciptalah kota mati...
senyap mulai menghiasi...
dan para sekutu siap berbagi tawa untuk nanti...
"2 juni 2010...baru bisa muat sekarang...amin...
"sekedar untuk yang tua di negeriku"
oleh UdiKidu Penyihir Nyasar pada 17 Agustus 2010 jam 6:29
Maaf utx 17.08.10
"hari ini pecandu ucapkan merdeka. . .
Hari ini koruptor ucapkan merdeka. . .
Hari ini pelacur ucapkan merdeka. . .
Hari ini si kecil kelaparan merinxkuh tubuh d.bwah kolonx. . .
Hari ini pejabat dudux sante d.kursi tamu. . .
Hari ini para siswa upacara dengan mulut brirama. . .
Cukup aktifitas hari ini. . !
Semua sama tax ad yg beda. . .
Cukup serukan merdeka d.bumi ini. . !
Semua msih terikat oleh senxsara. . .
Banxsa ini masih manja. . !
Hanya berebut mimpi d.realita. . .
Salinx menjatuhkan dn menerka. . .
Siapa yg merdeka. . ?
Mayat2 pahlawan salinx menjerit. . .
Menangis darah penuh pilu. . .
Malu akan mreka yg lupa pancasila. . .
Marah pd mreka yg lupa lagu kebanxsa.an. . .
Mayat2 pahlawan terus merintih. . .
Dengar negeriku. . ?
Ap yg sbenar.na d.makan para murid d.sekolah. . . ?
Apkah buku2 dng harga yg melilit. . ?
Ap.kah tugas2 dng onxkos yg mencabix saku. . ?
Ap yg sbenar.na d.makan oleh para guru. . ?
Ap.kah sisa debu papan tulis. . ?
Jawab negeriku. . !
Ah. . !
Kau tetap diam dn membiarkan nyawamu terinjax. . .
Mati perlahan krna trlupakan. . .
Untux siapa merdeka it bapax. . ?
Ap utx mreka yg trlihat d.atas gedunx. . . ?
Hah. . .
Sedanxkan puluhan manusia kecil bertumpux sampah tax terlihat. . .
Layax.na semut yg kapan saja mampu terinjax. . .
Bodohnya. . ."
(Entah.lah,ak hanya berada d.atas kasur sa.at menulis.na,munxkin hanya perasa.anku saja. . )
Maaf utx 17.08.10
"hari ini pecandu ucapkan merdeka. . .
Hari ini koruptor ucapkan merdeka. . .
Hari ini pelacur ucapkan merdeka. . .
Hari ini si kecil kelaparan merinxkuh tubuh d.bwah kolonx. . .
Hari ini pejabat dudux sante d.kursi tamu. . .
Hari ini para siswa upacara dengan mulut brirama. . .
Cukup aktifitas hari ini. . !
Semua sama tax ad yg beda. . .
Cukup serukan merdeka d.bumi ini. . !
Semua msih terikat oleh senxsara. . .
Banxsa ini masih manja. . !
Hanya berebut mimpi d.realita. . .
Salinx menjatuhkan dn menerka. . .
Siapa yg merdeka. . ?
Mayat2 pahlawan salinx menjerit. . .
Menangis darah penuh pilu. . .
Malu akan mreka yg lupa pancasila. . .
Marah pd mreka yg lupa lagu kebanxsa.an. . .
Mayat2 pahlawan terus merintih. . .
Dengar negeriku. . ?
Ap yg sbenar.na d.makan para murid d.sekolah. . . ?
Apkah buku2 dng harga yg melilit. . ?
Ap.kah tugas2 dng onxkos yg mencabix saku. . ?
Ap yg sbenar.na d.makan oleh para guru. . ?
Ap.kah sisa debu papan tulis. . ?
Jawab negeriku. . !
Ah. . !
Kau tetap diam dn membiarkan nyawamu terinjax. . .
Mati perlahan krna trlupakan. . .
Untux siapa merdeka it bapax. . ?
Ap utx mreka yg trlihat d.atas gedunx. . . ?
Hah. . .
Sedanxkan puluhan manusia kecil bertumpux sampah tax terlihat. . .
Layax.na semut yg kapan saja mampu terinjax. . .
Bodohnya. . ."
(Entah.lah,ak hanya berada d.atas kasur sa.at menulis.na,munxkin hanya perasa.anku saja. . )
Langganan:
Postingan (Atom)
