Pages

Senin, 26 November 2012

PENGETAHUAN TARI PEMBAHASAN TENTANG HASTA SAWANDA




            Referensi 1
            Buku               : Ilmu Tari Joged Gaya Kasunanan Surakarta
            Karya              : Dr. Nanik Sri Prihatin, S.kar, M. Si. Dkk.
            Penerbit           : ISI Press Solo
            Tahun terbit     : 2007
            Halaman          : 45 – 47
            Didalam buku tersebut membahas sedikit tentang Hasta Sawanda. Dimana Hasta Sawanda adalah sebuah kaidah tari tradisi gaya Surakarta, Hasta Sawanda adalah dasar utama untuk melakukan tari tradisi gaya Surakarta. Disebutkan juga Hasta Sawanda adalah sebuah konsep dalam tari tradisi gaya Surakarta yang terdiri dari :
1.      Pacak
2.      Pancat
3.      Ulat
4.      Lulut
5.      Luwes
6.      Wilet
7.      Irama
8.      Gendhing
Hasta Sawanda sendiri mulai berkembang sejak berdirinya Himpunan Budaya Surakarta pada tahun 1950. Gagasan Hasta Sawanda pertama kali dicetuskan oleh R.T. Atmokesowo. Ia menyatakan bahwa Hasta Sawanda adalah tolak ukur bagi penari untuk dikatakan sempurno. Disamping dasar seseorang untuk mencapai tataran kualitas kepenarian yang lebih baik.
           

           



Referensi 2
            Buku               : Tari Tradisi Gaya Surakarta (tugas akhir)
            Kaya                : Heny windhar Tiningsih
            Tahun              : 2008
            Dalam hasil tugasnya Heny menuliskan bahwa Hasta Sawanda adalah 8 prinsip tari tradisi gaya Surakarta. Ia menjelaskan satu persatu tentang bagian-bagian Hasta Sawanda yang terdiri dari 8 prinsip.
1.      Pacak adalah bentuk dasar dan kualitas gerak tertentu yang ada hubungannya dengan karakter yang dibawakan.
2.      Pancat adalah peralihan dari gerak satu ke gerak berikutnya yang telah diperhitungkan dengan matang.
3.      Ulat adalah pandangan mata dan pengarahan ekspresi wajah sesuai dengan karakter serta suasana yang dibawakan.
4.      Lulut adalah gerak yang sudah menyatu dengan penarinya, seolah-olah dalam menari tidak dipikirkan lagi, yang ada hanya keutuhan tari itu sendiri.
5.      Luwes adalah kualitas gerak yang sesuai dengan bentuk dan karakter peran yang dibawakan.
6.      Wilet adalah variasi gerak yang dikembangkan berdasarkan kemampuan bawaan penarinya.
7.      Irama adalah menunjuk kealur garap tari secara keseluruhan dan juga menunjuk hunbungan gerak dengan iringannya.
8.      Gendhing adalah menunjuk ke penguasaan iringan, tapi dalam hal ini ditekankan pada bentuk-bentuk gendhing pola tabuhan, rasa lagu, irama serta temponya.








"Maaf Teman...Tingkah Kamu Masih Terngiang..."



            Betapa sangat menyakitkannya kejadian ini. Ketika tanpa sadar aku sudah berada pada tahab dosa yang sulit dimaafkan hanya dengan perasaan saja. Bahkan bisa dikatakan bahwa Tuhan saja akan sulit memaafkanku. Aku sudah melakukan kesalahan yang benar-benar salah. Dan aku hanya bisa meminta maaf pada setiap masa depan yang mulai mengungkit-ungkit ingatan masa laluku.
            Air mataku sudah tidak bisa lagi bercucuran ketika rasa sakit itu hadir. Rasa sakit yang muncul karena ulahku sendiri. Ulah yang sudah membuat satu nyawa mati dan mungkin nanti ia tidak ingin mengenalku ketika akhir dunia sudah muncul.
            “Mah... ampun mah, sakit...sakit mah...” Teriakku ketika rasa sakit itu mulai turun hingga jari-jari kakiku.
            “Mah...biarain aku mati juga ma...sakit..” Teriakku lagi.
            Sakit, sakit, dan sakit hanya kata itu yang bisa aku keluarkan sambil menjerit sejadi-jadinya. Apa yang sudah kulakukan? Kenapa aku seberani ini melakukan hal yang benar-benar sudah dikutuk di dalam semua kitab beragama, dan aku adalah salah satu orang yang beragama. Kenapa aku bisa seceroboh ini!
            “Tenang, aku akan menikahimu jika sesuatu terjadi kepadamu.” Kata seorang lelaki yang ikut menjadi peran utama penyebab kesalahan ini. Tapi aku tidakbisa mengatakan ia benar-benar ikut salah, karena ia lelaki sejati yang mau bertanggung jawab atas hasil karyanya. Tapi aku, aku belum siap menerima segala kenyataan ini. Aku benar-benar tidak bisa menerima apa yang sudah disepakati oleh lelaki itu kepadaku.
            “Tidak perlu, aku sudah mengambil jalanku sendiri.” Jawabku.
            Sungguh, bukan maksudku untuk menyakiti keinginanmu, atau hanya untuk mempermainkan hatimu, tapi sungguh, aku belum siap untuk menjadi bahan tertawaan orang-orang tentang ini semua. Maaf.
            “ah...aku sudah tidak kuat lagi mah...sakit.” lagi-lagi aku berteriak seperti orang yang ingin di mutilasi.
            Dan ketika rasa sakit yang terakhir mendera, warna merah pekat menjalar di sekitar kakiku. Rasanya aku memutilasi saja kakiku itu. Kaki yang sudah banyak melakukan segala dosa ini. Sebuah nyawa telah terbunuh dengan paksa sebelum ia benar-benar hidup.
            Janin yang baru berusia 4 bulan ini belum sempat merasakan kehangatan plasenta dengan jangka waktu yang semestinya. Ia bahkan belum tahu bagaimana caranya melihat dunia. Maafkan aku nak, kamu harus rela termutilasi oleh kesalahanku sendiri.
 

Sabtu, 25 Agustus 2012

Lomba Cerita Anak Melawan Korupsi


DL: 31 Agustus 2012
Tema: "Aku Melawan Korupsi"
*15 Tulisan Nominator Dibukukan

Tujuan:Akhir-akhir ini sangat menyentak kesadaran kita mengenai fenomena maraknya terungkap kasus korupsi yang melibatkan elit-elit politik, dan lebih mirisnya yang terjerat hukum gara-gara korupsi itu adalah para pemimpin yang seharusnya mereka adalah panutan bagi bangsa ini. Hal ini sangat terkait dengan minimnya pendidikan "bahaya korupsi" dan dampaknya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di bangku sekolah. Sekarang ini sudah ada pendekatan "melawan" korupsi yang dikenalkan pada anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama.

Untuk menunjang program pemerintah mengenai pendidikan antikorupsi sejak dini, kami merasa terpanggil untuk membuat lomba cerita anak yang bertemakan tentang korupsi, bagaimana anak-anak dengan kepolosan dan kejujuran mereka bisa menjadi "alarm" dan pencegahan untuk menghindari tindakan korupsi sekecil apapun itu. Dengan cerita-cerita ini, pesan "melawan" korupsi akan lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak-anak usia SD dan SMP. Sehingga anak-anak bisa menyerap nilai-nilai kejujuran, moral dan agama dari cerita-cerita tersebut.

Kriteria Cerita:Cerita seputar dunia anak-anak yang berkaitan dengan semangat "melawan korupsi" yang bisa ditumbuhkan sejak usia dini. Tema ini bisa dijadikan menjadi topik-topik sederhana bagaimana seorang anak yang jujur mengembalikan milik orang lain, tidak mengambil punya orang lain, tidak menipu, berbohong dan menanamkan jiwa disiplin supaya tidak sering malas sekolah atau ogah-ogahan menyelesaikan tugas (korupsi waktu), dan cerita-cerita lain yang ada hubungannya dengan "korupsi" dalam lingkup yang lebih luas di dunia anak-anak.Cerita anak ini berisi tentang pesan-pesan moral, kejujuran, kedisiplinan, ketaatan pada ajaran agama yang melarang melakukan korupsi atau tindakan yang bisa menjadi kebiasaan orang melakukan korupsi.Tokoh utamanya adalah anak-anak (usia 6-15 tahun).Menggunakan bahasa yang sederhana, lugas, cara bercerita yang mengalir, pesan yang disampaikan mudah dipahami anak-anak.Tidak menggunakan bahasa-bahasa vulgar, asusila, SARA dan kata-kata yang tidak pantas dibaca anak-anak.Panitia bisa menganulir naskah yang tidak sesuai dengan kriteria cerita yang kami inginkan di atas.

Syarat Penulisan:Terbuka untuk umum dan Writing Revolution, gratis.Maksimal mengirimkan 2 tulisan.Panjang tulisan 3-5 hlm, spasi 2, New Time Roman font 12, margin 3 cm atau 1,18 inchi semua sisi.Naskah dikirimkan dalam format LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:antologi_wr@yahoo.co.idTulis judul email: Lomba Cerita AnakDiharapkan mempublikasikan informasi lomba ini di note FB (minimal tag 30 teman) atau Blog.

Hadiah:Juara I: Uang tunai Rp 300.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).Juara II: Uang tunai Rp 200.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).Juara III: Uang tunai Rp 100.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).3 Juara Harapan mendapat beasiswa Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) Writing Revolution (ditambah 1 buku bukti terbit + e-sertifikat).Setiap nominator mendapatkan buku 1 bukti terbit + e-sertifikat.

Sistem Penerbitan Buku:15 tulisan terpilih sebagai nominator akan dibukukan, cetak nasional, masuk Gramedia, Togamas, Gunung Agung, dll.Setiap kontributor mendapatkan royalti dan buku bukti terbit.Buku diterbitkan Oktober

sumber: writing-revolution.blogspot.com/2012/07/lomba-cerita-hari-anak-nasional-2012.html

Sabtu, 14 April 2012

"Iseng Majang Ginian (Tugas Seni Rupa )"


PENDAHULUAN
    Seni akan selalu ada disetiap mata kuliah institute seni Indonesia . Termasuk seni rupa , pada semester awal para mahasiswa baru , seni rupa turut disertakan sebagai salah satu SKS yang wajib diambil oleh mahasiswa baru . Pengetahuan seni rupa diberikan pula kepada mahasiswa prodi seni tari dan  bertujuan untuk mengenalkan lebih detail lagi tentang rupa yang termasuk pada rias , busana , pencahayaan dan juga tata panggung . Dan sebagai bukti bahwa mahasiswa seni tari telah mendapatkan pengetahuan seni rupa , maka disusunlah tugas ini yang berisi tentang pembahasan seni rupa yang telah di berikan oleh dosen yang bersangkutan .

    ISI
PEMBAHASAN 1
·         UNSUR – UNSUR SENI RUPA
1.      TITIK adalah bagian terkecil dalam seni rupa .
2.      GARIS adalah sebuah goresan yang titik awal dan titik akhirnya tidak saling bertemu .
3.      TEKSTUR adalah kesan raba pada permukaan suatu bidang ( kasar dan halus ) .
4.      BIDANG adalah sebuah goresan yang titik awal dan titik akhirnya saling bertemu . Contoh

5.      BENTUK adalah sebuah unsur seni rupa yang memiliki volume atau ruang didalamnya . Contoh


6.      WARNA : Menurut pendapat Sir Isac Newton 1642-1727, warna adalah hasil penguraian cahaya matahari melalui prisma dan spektrum warna yang menghasilkan warna pelangi: merah kuning, biru, jingga, kuning, hijau, unggu.
-pembagian warna :
n  Warna primer: warna – warna ini merupakan warna tersendiri bukan hasil dari campuran warna apapun. Merah, kuning dan biru.
n  Warna Sekunder: Warna campuran antara warna primer dengan warna primer. Hijau, jingga( oranye ) dan unggu (violet)
n  Warna tersier : Campuran warna sekunder dan sekunder. Misal hijua dicampur dengan jingga menghasilkan jingga kehijauan atau hijau kejinggaan.Atau warna unggu dicampur jingga menghasilakan unggu kejinggaan atau jingga keunguan. Dlsb.
n  Warna quartier : Warna campuran  antara warna tersier dengan warna tersier. Ungu jingga  (UJ) dicampur hijau jingga ( HJ) akan menjadi warna UJHJ.
-jenis warna
Ada 2 (tiga) jenis warna, yaitu :
1. Warna pigmen :
n       a. Warna alami  (pigmen):yang dihasilkan oleh alam (warna-warna yang sudah ada dialam ini).misal dari tulang, tanah liat, dedaunan, akar, kulit pohon,buah dlsb.
n       b.  Warna sintetis (pigmen) yang dibuat oleh manusia (sintetis) pabrikan untuk suatu tujuan-tujuan tertentu. Misal : naptol, indigosol. cat dlsb.
2. Warna Cahaya : warna yang dihasilkan oleh alam atau manusia.manusia modern memanfaatkan untuk kepentingan yang terkait dengan tehnologi , lampu panggung ,digital atau komputer.
    -peranan warna
n  Warna sebagai warna : warna berdiri sebagai warna itu sendiri, Biasanya warna ini sekedar membedakan dari benda satu dengan benda yang lain tanpa maksud apapun.
n  Warna sebagai Representatif
 Bahwa hadirnya warna merupakan penggambaran sifat obyek secara nyata, atau penggambaran dari   suatu obyek alam sesuai dengan apa yang dilihatnya.
n Warna sebagai  Lambang / Simbol
     Bahwa hadirnya warna merupakan lambang atau melambangkan sesuatu yang merupakan tradisi atau pola umum
n Warna sebagai ekspresi
     Bahwa hadirnya warna tersebut merupakan hasil ungkapan batin sang seniman .



PEMBAHASAN 2
  Komposisi merupakan azas perakitan , penghunbunagn, penggabungn , pemaduan atau tata susun yang berkaitan dengan visualisasi gagasan dalam karya seni.
v  Macam – macam komposisi
Ø  Komposisi Terbuka :
§  Kompopsisi yang susunan unsur – unsur visualnya memberi kesan , berlanjut, melebar, terbuka .
Ø  Komposisi tertutup :
§  Komposisi yang masing masing unsurnya menggerombol,, mengikat, tertutup.
v  Pola komposisi
Ø  Perulangan ( repetisi )
Ø  Pergantian ( alternasi )
Ø  Pancaran ( radiasi )
Ø  Peralihan  ( gradasi )
Ø  Penyimpangan  (anomaly)
Ø  Pebedaaan ( kontras )
PEMBAHASAN 3
·         CAHAYA benda  disekitar kita dengan segala warna-warninya dapat dilihat karena adanya cahaya yang terpantul dari obyek sekitar kita kearah mata kita.
PEMBAHASAN 4
·         PENGGOLONGAN SENI
1.      Seni tradisional  : turun temurun , secara kelompok , sesuai pakem , simbolik , sifatnya monoton .
2.      Seni modern : mandiri atau pribadi , bebas aturan / tanpa pakem , bertujuan untuk hiburan / kepuasan , sifatnya selalu menampilkan hal – hal yang baru .
PEMBAHASAN 5
·         GAYA DALAM SENI LUKIS / RUPA
1.      Klasisme ( klasik )
2.      Realisme ( nyata )
3.      Naturalisme ( natural / alami )
4.      Kubisme ( kube )
5.      Ekspresionisme ( penuh ekspresi )
6.      Abstrak ( tak beraturan / tak berbentuk )
7.      Pop art ( popular )
8.      Surealisme ( dunia mimpi )
9.      Romantisme ( suasana hati )
10.  Dekoratisme ( banyak hiasan / rumit )

PENUTUP
    Semoga tugas ini dapat bermanfaat untuk kedepannya .
 
Copyright 2012 witchtopia. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates