Pages

Rabu, 01 April 2015

"Dunia Orang-orang Baru"

Saya lagi-lagi, pada tahun 2015, tahun yang baru. Saya ditempatkan ditengah orang-orang baru. Saya bekerja usai lulus Sarjana Seni dari ISI Surakarta. Setelah berhasil menulis skripsi dengan tema kesenian ritual. Kemudian saya langsung dapat panggilan untuk mengajar jam ekstra anak-anak SD Mojogendang 1 untuk mengajarkan mereka seni tari. Saya bahagia, saya sudah terbiasa mengajar anak-anak SD menari. Disana saya berkenalan dengan guru Honorer yang bertugas diperpustakaan, ia seorang ibu muda beranak satu yang suaminya seorang TNI. Tanpa harus menggunakan pendekatan untuk saling mengenal, kami sudah asik bercerita panjang lebar tentang aktifitas kami masing-masing. Ia sangat terbuka, saya bagai adek baginya. Ia sempat mengeluh bagaimana seorang guru honorer digaji, tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup apalagi untuk jajan anaknya. Untungnya suaminya TNI, duitnya lebih gede meski jarang ketemu karena ditinggal tugas.

"Yah mbak, untuk kita perempuan. Jadi ndak terlalu punya banyak beban. Kasihan yang honorer laki-laki, upah sedikit dan mesti memenuhi keluarganya." Kata mbak guru itu kepada saya. 

Ditempat lain, saya yang cuma mengajar sehari pada weekend, tidak betah berlama-lama dirumah. Akhirnya saya mendapat tawaran kerja di Biro Perjalanan. Saya masuk, bertemu dengan orang-orang yang cuma lulusan maksimal D3. Saya memang cuma kerja sementara disana, sambil menunggu panggilan kerja yang lain. Tentu ditempat yang gajinya lebih menjanjikan katimbang guru ataupun karyawan biro perjalanan, yah saya harap begitu. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda. Ada pengusaha ikan hias, sampai orang medan beranak dua. Makin kesini saya mendapat banyak cerita dari mereka. Masih soal gaji orang-orang swasta. Dan yang terpenting adalah soal perlakuan bos pada bawahannya. Ada yang bercerita bos mereka terlalu banyak menggugat dengan gaji yang hanya segitu. Mereka merasa yah wong namanya juga bawahan, bisa apa kita mba? Begitulah keluh mereka. 

Tapi mereka tetap bekerja dengan baik, tidak malas-malasan. Tidak sering titip absen. Ramah pada klayen dan bertugas dengan baik. Nah, sekarang bagaimana? Dengan orang-orang PNS yang sudah dapat tempat dan kursi dan gaji lumayan, masih ada saja yang jarang masuk, malas-malasan, mentang-mentang terpandang bersikap seenak jidat, sibuk ngurusin usaha lain. Padahal beribu manusia kepengen dengan jabatan mereka, namun mujur tak terenggut. Bisa terasa adilkah in? Yah, saya hanya mencoba merasakan apa mereka-mereka terutama yang susah, rasakan. Kita dilatih untuk peka pada sekitar. So, semangat dan merdeka!
 
Copyright 2012 witchtopia. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates