Pages

Senin, 23 September 2013

#PesawatKertas...





            Ini adalah buku pertama saya yang diterbitkan lewat selfpublish NulisBuku.com. awalnya saya sangat malas untuk menyelesaikan buku ini, namun saya bertekad, apapun hasilnya saya harus tetap lakukan ini. Entah apa yang mendorong saya untuk menyegerakan buku ini, tapi bagi saya ini adalah hal terpenting dalam hidup saya. Buku 165 halaman ini berisi tentang 12 cerpen yang saya tulis sejak SMA. Secara tidak sengaja ternyata buku ini sudah bertema sendiri, saya mmenyebut temanya dengan “Jatuh Cinta Absurd”, dimana seseorang merasakan jatuh cinta yang tidak biasa, kepada mereka yang tidak biasa pula. Sebagian besar cerita-cerita didalamnya berakhir sedih, saya jadi sadar, mungkin ketika menulisnya saya memang sedang terjangkit virus galau yang sebenarnya mati-matian saya basmi, tapi apa daya, tangan tetaplah tangan yang mau menulis ketika ia sedang ingin menulis.
            Saya tidak terpaku pada aliran-aliran apapun, saya membebaskan tulisan saya, terserah kemana kata membawanya tumbuh, bagi saya menuangkan mereka lebih baik dari pada harus berpusing-pusing ria menentukan aliran apa mereka ini, sastra, kontemporer, atau jenis-jenis lainnya. Bagi saya semua yang terlahir dari satu induk itu memiliki karakter yang berbeda, bisa saja 1 ibu melahirkan 5 anak yang berbeda karakter, seperti itu jugalah sebuah tulisan. Menyekat mereka hanya akan membuat mereka tertekan, maka saya memilih untuk membebaskan mereka dengan karakternya masing-masing. Bahkan ada juga tulisan saya yang berkarakter tulisan anak SD, lugu, polos dan sederhana.
            Kata seorang teman “Kesan pertama dalam sebuah tulisan itu akan membekas, maka berikan yang terbaik untuk tulisan pertamamu.” Tapi sungguh, saya adalah orang yang sangat tidak setuju dengan pendapat itu. Sama halnya dengan bayi yang baru lahir, mereka perlu dibimbing terlebih dahulu sebelum akhirnya menjadi orang dewasa yang sukses. Tulisan juga begitu, mungkin memang buku pertama saya ini payah dan tidak berbobot atau malah tidak layak dianggap sebagai tulisan, maka mungkin tidak akan ada lagi yang berminat dibuku kedua saya nanti. Tetapi bukankah ada yang namanya kesempatan? Kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik lagi. Begitulah saya, sedang belajar dengan buku pertama saya, ketika ada masukan saya akan sangat bersemangat mendengarkan, walau sesakit apapun. Dan dibuku kedua yang entah kapan akan mulai saya tulis, saya akan memperbaiki semuanya, agar tulisan-tulisan saya makin tumbuh menjadi lebih enak dibaca.
            Tentang #PesawatKertas
            Pesawat Kertas adalah tumpangan untuk menuju keharapan kita yang sudah terlalu lama terpendam. Dengannya kita mampu menerjang angin, dengannya kita mampu sampai ditujuan kita. Melesatnya Pesawat kertas tergantung kita yang menerbangkannya, sebagai pilot, kita harus mencari tempat yang sesuai dengan tiupan angin. Kemudian kita tentukan kemana ia harus berhenti, yaitu berhenti ditujuan kita.
            Dibalik #PesawatKertas
            Ada memory tersendiri dengan adanya Pesawat Kertas. Tentang masa lalu yang saya cari-cari. Tentang seseorang yang sempat menjadi bunga matahari saya, ketika usia masih berbaju merah putih. Semoga Pesawat Kertas mengantarkan ia kepada saya.




“Ketika saya membaca dijudul pertamanya, ternyata ceritanya bertolak belakang dengan laguya Iwan Fals, ia menuliskan bahwa tikus lebih baik daripada manusia, bahkan tikus dalam cerita ini tidak terima dengan teori manusia tentang tikus. Saya benar-benar seolah mengenal tikus-tikus ini, saya kira mungkin tikus-tikus dalam kenyataan ini berpikir sama dengan apa yang dituliskan penulisnya. Buku ini sangat menarik untuk dibaca.” Satpam KPP Pratama Karanganyar.

“Didalam buku ini banyak sekali kiasan-kiasan yang memang terjadi didunia nyata. Kalau dibahasa jawa namanya sanepan. Buku ini menyenangkan untuk dibaca, karena cerita-ceritanya sangat segar, meskipun fiktif namun seolah benar-benar terjadi didunia nyata.” Penjual makanan didepan Kantor KPP Pratama Karangnyar.

“Saya tidak suka membaca buku fiktif, namun buku ini ajaib, mampu membuat saya menyukai membaca fiktif, ceritanya menarik dan menegangkan. Bahasanya juga tidak terlalu berbelit-belit.” Murid SMA Negeri Karangpandhan.

“Bacalah buku ini! Penulisnya cantik.” Pegawai Kejaksaan Negeri karanganyar.

 
Copyright 2012 witchtopia. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates