Pages

Senin, 20 Juni 2016

"Beberapa Puisi Untukmu Yang pernah Kuramu"



Terlukis Kepala

Jadilah lukisan yang tak akan pernah pudar.
Walau beku mulai menyerang.
Sebilah kuas akan menyangga goresan titik dikanvasnya.
Mengikat garis-garis menjadi satu kepala.

Kepala yang tengah terbungkus tembikar liat.
Dan kau tak kan pernah yakin pada apa yang terlukis dikepalanya.



Cicak di Punggung


Cicak tak pernah meminta ekornya kembali.
Ketika kau memaksa memotong dadu epigon ditubuhnya.

Cicak tak pernah menjerit sakit pada ekornya.
Ketika kau mengunyah renyah sisa pori-pori tudung kulitnya.
Cicak tak pernah pergi dan lenyap untuk tersesat mengejar ekornya.

Ketika kau duduk berdiam membelakangi dinding kamar.
Cicak tetap merayap pada tempatnya.
Memandangmu dari bidang miring disudut memar.
Hati Kita Hati

Hati kita tak pernah benar-benar saling berbicara.
Hati kita bekerja untuk menduga.

Sampaikanlah,
Aku punya hati untuk kau singgahi.
Seruang kosong yang bisa kau beri aroma dupa.
Supetak luas yang bisa kau taburi bunga kamboja.

Hati kita tak pernah benar-benar saling berbicara.
Hati kita bertugas untuk menyimpan.

Sampaikanlah.
Aku punya duri untuk kau cabuti.
Sebatang kaktus yang bisa kau bawa berlari.
Ku tempatkan kau pada udara yang tak tergayuh sepi.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2012 witchtopia. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates