Pages

Minggu, 27 Juli 2014

"Surga Dunia Itu Sederhana...."


“Surga dunia itu sederhana…
Kita tidak perlu repot berteriak diatas kasur dan meremas-remas sprei…
Berlarilah kepantai, rasakan pasir dan deguban ombaknya…
Jika bisa berenang merapatlah ketepian, jangan takut butiran pasir memasuki kantung celanamu…jangan takut tenggelam, aku ada disini, dibelakang punggungmu.” kata Udi usai menengguk secangkir susu cokelatnya.

Surga Dunia Itu Sederhana

            Peradaban yang semakin maju tidak lekas membuat semua tempat menjadi puluhan gedung-gedung ditengah kota. Sebuah Desa yang terdengar jauh dan terpencil, menyimpan suatu estetika bumi tersendiri. Kita hanya perlu menuju Kabupaten Pacitan. Pada bagian Desa Widoro Kecamatan Donorojo, kita akan menemukan surga dunia yang tersembunyi. Untuk menuju Desa Widoro, kalia bias lewat jalur ke Gua Gong, jalan utama Pacitan-Solo. Sesampainya di kawasan Gua Gong, ambil arah jalan ke Kalak, kemudian selebihnya saya lupa, silahkan bertanya pada warga setempat, akan lebih akrab jika kita mau bertanya.

 Berada pada atas bukit batu yang terjal. Sebuah laut terbentang dengan ombak yang membiru. Puluhan hektar kebun kelapa muda terhampar disepanjang jalan menuju laut. Kita akan melihat warga Donorojo yang memanen kelapa muda, para warga yang ramah dan terbuka. Mereka tidak akan membuat kalian tersesat, mereka akan menjaga kalian ketika kalian ada disana. Belum lagi, sebelum kita melihat air laut, hamparan padang rumput dengan gubuk-gubuk kecil terpampang didepan kita. Sebagian orang barang kali akan merasa seperti berada di peternakan, namun tidak ada hewan apapun. Tengoklah sebelah barat ketika senja, matahari tenggelam diarah sana.

 

Kita memang akan terlalu sulit untuk turun menuju laut. Batu yang terjal dan jalanan yang turun membuat kaki kita sedikit kerepotan. Angin yang bertiup akan membuat badan kita yang kelelahan usai perjalanan menuju laut menjadi lebih tenang. Pasir putihnya menyapa kita dari kejauhan. Inilah pantai Buyutan. Terdapat batu karang yang sangat khas berdiri tegak ditengah laut. Karang itu membuat saya melihatnya sebagai seorang laki-laki bermahkota tengah menatap birunya laut. Konon, mitos warga setempat mengatakan bahwa Mahkota Dewa Narada terjatuh disekitar area itu.

 

 


Pantai yang masih polos dengan karangnya yang besar dan kokoh. Ombak yang bergulung berkejaran didepan kita. Alam menyediakan banyak kenikmatan. Air laut yang mengalir tak pernah berhenti. Pasir yang selalu tenggelam kedalam lautan tak kan pernah meninggalkan luka pada kaki-kaki kita. Meluangkan pernapasan kita sejenak untuk menghirup udara pada tepian laut, adalah kesibukan yang tepat untuk memilih pantai Buyutan. Datanglah pada angin dipantai ini, kesegaran akan membawa kalian terjaga untuk tetap bersyukur pada yang kuasa. Saya tidak akan banyak menulis, silahkah lihat fotonya saja.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2012 witchtopia. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates