Yuhu
sekali. Akhirnya saya sudah berada pada tingkat mahasiswa semester 6 hampir 7,
dan artinya hampir lulus. Karena saya kuliah pada kampus yang saya anggap
“Tidak Normal”, jadi saya berusaha menormalkn diri saya. Yaps, saya kuliah di
Intitut Seni Indonesia di Solo. Sudah terlalu banyak mahasiswa “fosil” (Sebutan
mahasiswa abadi ala Udi) disana, dan saya benar-benar tidak mau menjadi salah
satunya. Saya kepengen normal dan sekidit ajaib.
Saya
mengambil skripsi, berusaha keras mencari bahan sana-sini. Kenepa keburu pengen
lulus? Memang setelah lulus sudah beneran dapat kerja? Entah, jika pertanyaan
macam itu yang menggelayut pada kalian, maka saya hanya akan menjawab “Saya
kepengen lekas mandiri, normal, sederhana.” Itu saja.
Saya
berusaha meneliti kesenian Srandul di tempat kelahiran saya, Gunung Kidul. Jika
saya tahu bahwa saya akan disambut gembira oleh warga sana, maka dari dulu dulu
saya sudah ngambil skripsi deh. Rasanya proses ini terlalu ajaib dan seru.
Ketika kedua mata saya terkena flu mata dan sangat sulit untuk membelalak
lebar, saya rela kesana-kemari demi hal yang saya inginkan ini. Dengan ibu yang
selalu mendampingi saya, meskipun saya bilang “Sudah bu, saya bisa sendiri.”
Namun ia tetap akan bersi keras membantu saya tanpa harus saya meminta. Inilah
yang membuat saya kepengen cepet lulus, dengan hasil yang memuaskan, cukup
memuaskan bagi saya, karena saya tahu kemampuan saya tidak secanggih
teman-teman yang lain.
Proses
ini akan terus berlanjut, hingga Bulan September nanti. Mungkin kita akan bisa
menikmati Srandul di tempat aslinya lagi pada bulan September. Saya tidak ingin
kesenian ini luntur lagi. Saya kepengen tempat lahir saya, didekat panntai ini
tetap mempunyai kecirikhasannya. Jangan pergi, jangan tinggalkan saya dan anak
cucu saya. Tetaplah bergemuruh bagai ombak di pantai selatan.

0 komentar:
Posting Komentar