Boneka
selalu menyimpan kenangan-kenangan indah atau bahkan menyedihkan pada kehidupan
manusia. Kenangan-kenangan yang terasa bisu namun memiliki nyawa mengendap pada
raga sebuah boneka. Papermoon Puppet
Theatre, terbentuk atas ide-ide kreatif sejak delapan tahun lalu. Kelompok
teater boneka yang berasal dari Yogyakarta ini merayakan perjalanan mereka
dalam Pesta Boneka #4 di Yogyakarta pada 5-7 Desember 2014.
Bayangan Kenangan.
Bunyi-bunyian
gemuruh ombak terdengar didalam ruang panggung. Plastik bening berukuran
panjang diremas-remas beberapa penonton yang duduk dibagian depan, menambah
gemuruh ombak laut yang sungguh terasa tenang. Perlahan gelapnya auditorium IFI
Yogyakarta menjelma pinggiran pantai yang teduh. Siluet bayi didalam rahim
seorang Ibu tersaji didepan panggung. Tak hanya bayi, siluet tersebut menjelma
menjadi metamorfosis perjalanan seorang manusia didunia.
Anino Shadowplay menyuguhkan boneka
sederhana yang terpampang lewat bayangan kain putih. Sekilas pertunjukan ini
mirip dengan Wayang di Indonesia. Kelompok seniman multimedia asal Filipina ini
mewarnai hari pertama perhelatan Pesta Boneka #4. Pertunjukan Shadowplay
bertajuk “Arkipelago 2: A Story of
Intima-Sea” yang terinspirasi dari kenangan seorang kawan bernama Don. Don
terlahir dan tumbuh juga bermain dengan hewan-hewan dilautan biru. Hingga akhirnya
ia menjadi lautan itu sendiri, yang berperan sebagai pencipta dan penghancur.
Don seolah terlahir kembali diatas lautan awan. Pertunjukan yang berdurasi
hampir satu jam ini mampu memanjakan mata kita pada kecanggihan multimedia yang
terlihat disederhanakan oleh seni.
Tak Harus Boneka.
Anino
Shadowplay cukup memukau pada hari pertama (5/12). Tak hanya sajian seni rupa
multimedia saja, dua sajian yang lain yaitu dari Belen Rubira dan Cake Industries feat Pepormoon Puppet
Theatre juga tidak kalah menarik. Menariknya tersaji juga happening art yang disuguhkan oleh Tokyo Independent Collaboratoty salah satu pengisi acara Pesta Boneka #4,
memberikan kesan “tak harus dengan boneka” pada karya seni mereka. Lewat video
dan media kue TIC menyampaikan pesan bagaimana rasanya menjadi boneka, meskipun
pada happening art tersebut tak ada
boneka yang ikut serta bermain-main. Justru TIC membuat peserta merasa seakan-akan
mereka sendiri adalah boneka.
Pesta
Boneka #4 menjadi ajang berkumpulnya seniman-seniman boneka belahan dunia untuk
menunjukan karya-karyanya. Tak hanya dari luar negeri, boneka asli Indonesia
yaitu wayang Jawa yang tampil pada minggu (7/12) juga turut mewarnai pesta ini.
Pesta Boneka #4 adalah suguhan karya seni yang dapat disaksikan oleh semua
umur. Suguhan semacam ini sangat dibutuhkan untuk terus menggali ide-ide
kreatif para seniman. Selain tempat menampilkan curahan pengalama jiwa seniman
lewat karya seni, Pesta Boneka #4 sangat memberikan berbagai kesan emosi jiwa
pada penonton. Boneka-boneka yang ternyata hanya benda mati yang diam, mampu
membawa penonton pada nostalgia-nostalgia dan bagian dunia yang hanya mampu disentuh
oleh hati.


0 komentar:
Posting Komentar