Pages

Senin, 15 Desember 2014

" Pesta Boneka #4 : Boneka Penyimpan Kenanggan"






            Boneka selalu menyimpan kenangan-kenangan indah atau bahkan menyedihkan pada kehidupan manusia. Kenangan-kenangan yang terasa bisu namun memiliki nyawa mengendap pada raga sebuah boneka. Papermoon Puppet Theatre, terbentuk atas ide-ide kreatif sejak delapan tahun lalu. Kelompok teater boneka yang berasal dari Yogyakarta ini merayakan perjalanan mereka dalam Pesta Boneka #4 di Yogyakarta pada 5-7 Desember 2014.
            Bayangan Kenangan.
            Bunyi-bunyian gemuruh ombak terdengar didalam ruang panggung. Plastik bening berukuran panjang diremas-remas beberapa penonton yang duduk dibagian depan, menambah gemuruh ombak laut yang sungguh terasa tenang. Perlahan gelapnya auditorium IFI Yogyakarta menjelma pinggiran pantai yang teduh. Siluet bayi didalam rahim seorang Ibu tersaji didepan panggung. Tak hanya bayi, siluet tersebut menjelma menjadi metamorfosis perjalanan seorang manusia didunia.
            Anino Shadowplay menyuguhkan boneka sederhana yang terpampang lewat bayangan kain putih. Sekilas pertunjukan ini mirip dengan Wayang di Indonesia. Kelompok seniman multimedia asal Filipina ini mewarnai hari pertama perhelatan Pesta Boneka #4. Pertunjukan Shadowplay bertajuk “Arkipelago 2: A Story of Intima-Sea” yang terinspirasi dari kenangan seorang kawan bernama Don. Don terlahir dan tumbuh juga bermain dengan hewan-hewan dilautan biru. Hingga akhirnya ia menjadi lautan itu sendiri, yang berperan sebagai pencipta dan penghancur. Don seolah terlahir kembali diatas lautan awan. Pertunjukan yang berdurasi hampir satu jam ini mampu memanjakan mata kita pada kecanggihan multimedia yang terlihat disederhanakan oleh seni.
            Tak Harus Boneka.
            Anino Shadowplay cukup memukau pada hari pertama (5/12). Tak hanya sajian seni rupa multimedia saja, dua sajian yang lain yaitu dari Belen Rubira dan Cake Industries feat Pepormoon Puppet Theatre juga tidak kalah menarik. Menariknya tersaji juga happening art yang disuguhkan oleh Tokyo Independent Collaboratoty salah satu pengisi acara Pesta Boneka #4, memberikan kesan “tak harus dengan boneka” pada karya seni mereka. Lewat video dan media kue TIC menyampaikan pesan bagaimana rasanya menjadi boneka, meskipun pada happening art tersebut tak ada boneka yang ikut serta bermain-main. Justru TIC membuat peserta merasa seakan-akan mereka sendiri adalah boneka.
            Pesta Boneka #4 menjadi ajang berkumpulnya seniman-seniman boneka belahan dunia untuk menunjukan karya-karyanya. Tak hanya dari luar negeri, boneka asli Indonesia yaitu wayang Jawa yang tampil pada minggu (7/12) juga turut mewarnai pesta ini. Pesta Boneka #4 adalah suguhan karya seni yang dapat disaksikan oleh semua umur. Suguhan semacam ini sangat dibutuhkan untuk terus menggali ide-ide kreatif para seniman. Selain tempat menampilkan curahan pengalama jiwa seniman lewat karya seni, Pesta Boneka #4 sangat memberikan berbagai kesan emosi jiwa pada penonton. Boneka-boneka yang ternyata hanya benda mati yang diam, mampu membawa penonton pada nostalgia-nostalgia dan bagian dunia yang hanya mampu disentuh oleh hati.
             

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2012 witchtopia. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates