Seharusnya buku ini untuk
kamu, tercipta untuk kamu. Tapi saya semestinya tahu diri. Walau kamu
yang berhasil membangkitkan nyawa menulis dalam diri saya, tapi saya
tidak pantas memperlakukan kamu seperti ini. Kamu pasti sudah jelas bisa
membaca air muka saya ketika berhadapan dengan kamu. Nampak berantakan,
bagaimana mungkin saya meberikan ini untuk kamu. Kamu harusnya makin
jauh dari saya, makin menghilang dari saya. Karena kita beda kasta, beda
nyawa, beda rasa.
Kita bukan Carollina dan suaminya yang mencintai perbedaan dan bertahan dalam kegilaan hidup. Kita juga bukan Ikan Cendana yang disatukan dengan akuarium ternyamannya. Bahkan kita juga bukan Venus dan Saturnus yang akhirnya bersatu lewat raga yang berbeda. Kita ini... Sebatas Gorontalo yang memiliki sekat, jarak dan ruang yang sungguh berbeda.
Bagi saya, kamu adalah semua judul didalam buku ini, Tikus Belang, Carollina, Ikan Cendana, Bahkan Pendar Cinta Kunang-kunang juga. Saya bahagia dapat belajar dari kamu. Dapat terus melangkah bersama kamu, walau saya lebih sering dan akan terus berada dibelakang kamu. Saya mengingat semuanya, kata-kata kamu, filosofi dari kamu, kalimat semangat kamu bahkan saya ingat cara berjalan kamu. Cara makan kamu juga. Yang jelas saya ingat bagaimana kamu meremah kerupuk diatas nasi bungkus kamu. Pokoknya kamu luar biasa bagi saya.
Jika kamu pergi meninggalkan tempat yang mengunci kita disini. Saya harap kamu tetap menginspirasi. Tetap sesemangat ini, tetap menyemangati saya. Tetap menjadi sesederhana ini. Buku ini sungguh-sungguh untuk kamu. Nyali saya tak mampu muncul untuk menunjukannya. Selamat makan, agen penyemangat rahasia.

Kita bukan Carollina dan suaminya yang mencintai perbedaan dan bertahan dalam kegilaan hidup. Kita juga bukan Ikan Cendana yang disatukan dengan akuarium ternyamannya. Bahkan kita juga bukan Venus dan Saturnus yang akhirnya bersatu lewat raga yang berbeda. Kita ini... Sebatas Gorontalo yang memiliki sekat, jarak dan ruang yang sungguh berbeda.
Bagi saya, kamu adalah semua judul didalam buku ini, Tikus Belang, Carollina, Ikan Cendana, Bahkan Pendar Cinta Kunang-kunang juga. Saya bahagia dapat belajar dari kamu. Dapat terus melangkah bersama kamu, walau saya lebih sering dan akan terus berada dibelakang kamu. Saya mengingat semuanya, kata-kata kamu, filosofi dari kamu, kalimat semangat kamu bahkan saya ingat cara berjalan kamu. Cara makan kamu juga. Yang jelas saya ingat bagaimana kamu meremah kerupuk diatas nasi bungkus kamu. Pokoknya kamu luar biasa bagi saya.
Jika kamu pergi meninggalkan tempat yang mengunci kita disini. Saya harap kamu tetap menginspirasi. Tetap sesemangat ini, tetap menyemangati saya. Tetap menjadi sesederhana ini. Buku ini sungguh-sungguh untuk kamu. Nyali saya tak mampu muncul untuk menunjukannya. Selamat makan, agen penyemangat rahasia.


0 komentar:
Posting Komentar